"Puisi " Nafas Semua Makhluk


Foto Ilustrasi; Makhluk hidup. Dok : Pas Berita

Hujan,  badai, banjir, kilat,  itu tentang suara alam
Menggema, bersuara  segenap nafas saban waktu entah pagi siang ataupun malam
Suara-suara alam membucah memecah kalbu seraya tenggelam
Kilat menyambar bersama hujan menelan sunyinya malam

Bintang, bulan sembari memberi kabar tentang membentang ruang
Tertuang  sejenak tersadar memekar kian layu akan nasib binatang
Enggang, beruang, orangutan, kelasi, kelempiau, gajah, harimau, bentang tak jarang
meraung  beradu mengadu tertantang (di/ter)serang hingga melayang

Nafas hari-hari lalu tak lagi sama dengan hari ini
Sesak didada kian tersengal nan sesak sembari menghela tak jarang memberani diri
Meredam, diam karena terpaksa bukan tak bebas tetapi berhati-hati
Meniti janji bukan takdir tentang usia atau menua namun mati diujung senapan api 
   
Nafas tinggallah nafas, bergelantung bergantung kian diserbu di segenap penjuru
Ruang jelajah demi waktu kian rancu sekalipun pilu oleh pemintas hanya menjadi babu
Kayu, bambu, terumbu, tak jarang tersapu debur ombak nan dalam semakin pilu
Merayu memeras keringat bersua mendera tersayat sembilu

Tumbuh hilang lenyap, luluh layu tanpa berkembang
Kerontang tanah sulit menyeimbang Sawah ladang bimbang   
Kicauan suara burung jua binatang kian terhalang
Deru mesin kian berpacu menderu menggilas membentang

Menebar tersebar tersiar menakar mengakar
Tercerabut lembut suara lembut belati saudagar
Melanggar tersebar bersabar menakar tersadar
Segenap makhluk mengadu tersipu mendayu melingkar menyadar

Petrus Kanisius (Pit)

Comments